Puspa

Icon

Puspa …. Disini

Menikah dan Usia

Menikah dan Usia

Belum lama ini seorang teman bertanya pada ku. Apakah aku sudah siap menikah, insya Allah jawab ku.

Lalu obrolan kami pun berlanjut mengenai cerita, cita-cita kini dahulu dan kini. Usia kami sudah menginjak hampir serempat abad tahun ini. Teman-teman dilingkungan kami pun sudah ada yang memilih hidup berumah tangga dan ada yang masih lajang. Persentase nya lebih banyak yang belum menikah tentunya.

Mundur ke lima tahun yang lalu saat kami baru sama-sama baru lulus sekolah menengah atas, sejujurnya aku berangan-angan menikah di bangku kuliah dengan siapa dan kapan belum tahu :D

Tapi dengan berjalannya waktu semangat itu mulai memudar, karena banyak nya tuntutan dan kebutuhan. Mungkin makin matre maksudnya.. nanti saja lah setelah bekerja. Tapi tak pernah putus berdoa dan berjuang.

Temanku lain lagi, sejak lulus SMA dia sudah berkarir dari nol dan menduduki hampir posisi Manager namun sayang kepercayaan dirinya kurang. Dia berada dilingkungan orang-orang dewasa, maksudnya mayoritas teman-teman dilingkungan kerja nya sudah lebih kompleks lagi permasalahannya, masalah ekonomi, rumah tangga sudah menjadi permasalah biasa yang ia dengar dari keluhan teman-temannya. Dan saat ini pun ia belum tertarik berumah tangga atau menikah, layaknya anak kecil, sebenarnya ia mampu mengemban tanggung jawab yang lebih besar lagi.

Sebenarnya menikah itu tak ada ukuran atau batasan umurnya, menurutku Allah akan memberikan keyakinan kepada kita ketika kita siap dan memang sudah waktunya.  Aku yakin akan selalu ada pertanyaan siap dan yakin kah kita dengan pilihan kita sekarang.  Menikah are U ready??

Insya Allah, kita akan siap bila kita mengetahui begitu banyak keuntungan dan keberkahan-NYA.

Menurut ku modal awal menikah adalah:

  1. Niat yang tulus, menikah untuk mendapatkan Ridho illahi, menggenapkan setengah dien.
  2. Menikah karena ibadah, begitu banyak nilai pahala nya dibandingkan orang yang belum menikah.
  3. Menjalankan sunah Rasul.
  4. Meneruskan dan melahirkan generasi madani… insya Allah.

Ini adalah pondasi awal menikah menurut versi saya, silakan berbagi menurut anda.

Semoga dapat membantu meningkatkan semangat menikah kita bagi yang belum menikah, dan bagi yang sudah menikah dapat kembali menjadi penyemangat.

Semoga bermanfaat :)

Filed under: Curhat, menikah , ,

gedung resepsi

Alhamdulillah satu persatu terpenuhi.

Setelah sebelum nya berpusing2 ria berdua nyari gedung, eh akhirnya semua kembali ke orang tua. hiks merasa sia-sia juga c hehee… eh ga kok harusnya seneng hehee.

Setelah kesepakatan orang tua turun tangan mereka menghandle semua hiks… kami hanya menuruti

keinginan mereka. Sabar.. sabar hehehe…

akhirnya daerah depok lah tujuan nya.

Walo tanggal nya menjadi mundur beberapa hari… karena tanggal yang kita inginkan sudah d booking orang

yah.. ga apa2 lah..

Awalnya aq dah liat juga Antara Hotel Bumi Wiyata Depok dengan Club Pesona Khyangan.

Tapi akhirnya alhamdulillah orang tua sudah men DP dsini.

Doakan kami lancar dan diberikan keberkahan y :D

Filed under: Curhat, Info , , ,

Gulungan kain putih

Hari ini ada ribuan gulung kain, diperjual-belikan di pasar-pasar di
kota ini,
Hari ini ada sedemikian banyak kain putih, yang sedang dibeli, diukur
dan dipotong,
Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai
kain
kafan,
Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk
siapa
ia akan
dibeli.

Esok hari, siapa gerangan pembeli berikutnya,
Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal,
Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga
atau
keluarga
terdekat kita,
Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang
menunggu
dikubur,

Engkau boleh saja tertawa, tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk
pengirim barang
yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu,
Engkau boleh saja berencana, tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan
si
pemilik
toko,
Engkau boleh saja tidur nyenyak, tapi bisa jadi seorang penenun sedang
memintal kain
kafanmu.
Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian, tapi boleh jadi
seorang petani
sedang memanen kapas bahan kain kafanmu.

Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir,
Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan,
Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat,

Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan,
Seandainya ia bisa berbicara, tentu ia akan meminta agar digunakan pada
orang soleh
yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya.

sumber: milis tetangga


Filed under: Curhat, Dunia ,

Semua indah pada waktunya…

Sabar itu buahnya manis….

gak kebayang deh klo wkt itu gw gak sabar … hihi mungkin ini proses pendewasaan diri kali y.

semua itu ada prosesnya… dan kita harus bersabar tuk menjalani nya.

Ah rasanya baru kemaren… tapi sebentar lagi tanggung jawab besar siap ku jalani.. aku percaya Allah tak akan meninggalkan aku… dia akan membantu aku menjalani proses pembelajaran yang lebih baik lagi.

Aku tak ingin menjadi hamba-Nya yang kufur nikmat, aku sadar pesinggahan ku di dunia hanya sementara, mugkin tak lama lagi.

Teman, bila waktu sebentar lagi, kumohon buka kan pintu hati dan maaf kalian untuk ku atas segala khilaf ku.

Doakan aku tetap di jalan-Nya, doakan ku tetap istiqomah mengejar cinta-Nya, doakan cinta ku pada-NYA melebihi cinta ku pada mahluk-Nya.

terima kasih Rabbi atas cinta dan nikmat-Mu :)

Filed under: Curhat, Dunia, Sok Mikir , ,

 

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031