Motivasi & Manajemen Diri Muslim

Motivasi & Manajemen Diri Muslim

Seri Motivasi & Manajemen Diri Muslim

Tips Merancang Visi Hidup Sukses

Oleh: Okke Nurtama “

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (adz-Dzaariyaat [51]: 56)

Siapa pun kita, apakah berprofesi sebagai mahasiswa, pelajar, karyawan, pengusaha, kaum profesional, ataupun aktivis organisasi dan dakwah, tentu membutuhkan “bahan bakar” berupa semangat dan motivasi tinggi dalam setiap aktivitas kita.

Namun tahukah Anda, bila motivasi yang kuat-bahkan sebisa mungkin memiliki daya tahan yang lama-diawali dengan visi hidup yang benar, atau dapat diistilahkan: “setiap orang harus punya idealisme”? Manusia memang Allah swt. ciptakan sebagai makhluk dengan keunikan tersendiri.

Karena, tak ada dua manusia pun yang sama (identik) satu sama lain, walapun mereka adalah saudara kembar. Meskipun ada perbedaan di tiap diri manusia, namun langkah-langkah penentuan visi hidup sukses bisa diarahkan kepada satu arah yang sama. Tentu saja dengan menitikberatkan pada konsep visi dengan fikrah (pemikiran) yang Islami.

Berikut ini beberapa tips yang insya Allah bermanfaat sebagai bahan renungan dan perbandingan dalam merancang visi hidup kita.

1. Perkuat niat kita bahwa kita terlahir dan hidup ke dunia untuk menjadi hamba Allah swt. yang taat agar meraih ridha-Nya (lihat QS 51:56). Dengan predikat hamba Allah inilah kita senantiasa wajib tunduk, taat, patuh, setia, dan bertanggung jawab pelaksanaan dari perintah-Nya.

Sebagaimana ikrar kita, “Inna shalaatii, wanusukii, wa mahyaayaa wa mamaatii lillaahi rabbil- ‘aalamiin” menjadi pengingat dan penguat diri kita atas keberadaan kita di dunia.

Niat hidup di dunia memang akan men-shibghah (mewarnai) tujuan hidup, dan seterusnya akan menjadi nilai misi dan visi hidup seseorang. Bagi setiap muslim, “warna” ridha Allah” harus dimaksimalkan, sementara “warna” syahwat dan hawa nafsu tentu saja harus dibuang jauh-jauh.

Kehancuran kaum ‘Ad, Tsamud, kaumkaum durhaka lainnya cukup menjadi bukti bagi kita bahwa niat dan perilaku membangkang dari ketaatan pada Allah swt. bukan saja tak dapat meraih ridha- Nya, namun juga mengakibatkan murka dan turunnya azab-Nya serta kehinaan di dunia maupun akhirat.

2. Tentukan dan pastikan misi dan visi hidup kita, karena hal-hal tersebut sebagai dasar kesuksesan seseorang. Sering orang sulit membedakan mana yang termasuk misi dan mana yang tergolong visi hidup.

“Misi hidup” secara individu diartikan sebagai: kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh seseorang. Ini mencakup seluruh nilai yang membentuk sifat, sikap, dan perilaku seseorang, baik nilai yang berasal dari orang tua, keluarga, budaya, bangsa, maupun agama.

Bila seseorang ditanya apa misi hidupnya, lalu dia berkata, “Oh, saya menjalani hidup apa adanya,” atau “Bagi saya, hidup saya ini seperti air mengalir saja,” jawaban seperti ini menunjukkan ketidaktahuannya tentang misi hidup. Misi hidup memang bisa positif dan bisa pula negatif.

Tentu saja kita harus membuat misi hidup positif yang mengandung prinsip-prinsip nilai berupa: kebaikan, kejujuran, keadilan, kedamaian, kesetiaan, keselamatan, kesejahteraan, ketenteraman, dan kebahagiaan. Sementara itu, “visi hidup” lebih diibaratkan sebagai mimpi (bukan berkhayal), karena kita membayangkan sesuatu yang masih bersifat harapan.

Visi juga disebut sebagai kemampuan melihat apa yang saat ini belum terwujud. Kita harus membuat visi hidup sesuai dengan kemampuan dan kelebihan diri kita.

3. Buatlah misi dan hidup Anda dalam bentuk yang sederhana di satu tempat khusus, seperti buku agenda (dairy) agar dapat meretensi (memperkuat) memori otak dan “membakar” motivasi diri.

Buatlah misi hidup yang positif, yaitu yang memiliki nilai-nilai: spiritual, luhur, menarik, fleksibel, jelas, dan singkat.

Contoh: Misi Hidup Muhammad Fathoni, dengan rincian sebagai berikut: Pertanyaan Jawaban

Siapakah saya? Makhluk ciptaan Allah swt..

Mengapa saya ada di dunia? Untuk berbuat baik.

Apa keunggulan/kelebihan diri saya? Berpendidikan, ulet, dan kreatif.

Untuk siapa saya bekerja? Untuk masyarakat di sekitar saya.

Apa hasil/produk dari pekerjaan saya? Pemberdayaan orang lain.

Di mana saya mengerjakannya? Di dunia.

Misi hidup Muhammad Fathoni dalam satu kalimat: “Saya adalah makhluk ciptaan Allah swt. yang berpendidikan, ulet, dan kreatif yang bertekad untuk selalu berbuat baik dengan cara memberdayakan masyarakat di sekitar saya.”

Meskipun terkesan kaku ataupun lucu, namun ini sebagai satu cara sederhana membuat misi hidup diri kita. Anda dapat menyempurnakannya sesuai keinginan Anda.

Di kemudian hari Anda akan rasakan sesungguhnya Anda adalah manusia yang punya potensi “luar biasa”.

4. Tentukan juga beberapa peran Anda (pekerjaan dan beberapa aktivitas) di masyarakat. Ini merupakan langkah “menerjemahkan” misi hidup dalam bentuk teknis.

Berikut ini contoh daftar peran Muhammad Fathoni setelah dikelompokkan dalam peran-peran sejenis:

· Guru agama Islam

· Pembicara (Penceramah)

· Keluarga (sebagai Ayah; sebagai Suami; sebagai Anak; & sebagai Saudara)

· Warga masyarakat (di lingkungan tempat tinggal)

· Penulis buletin Jum’at

· Organisator (Pengurus koperasi; Pembina pengajian remaja)

· Pengembangan diri (Pemain bulutangkis; Membaca buku; Shalat dan ibadah lainnya) Anda boleh membuat daftar peran tersebut sesuai dengan kondisi yang tengah Anda tekuni.

5. Lanjutkan dengan membuat visi peran dan rencana kerja Anda. Anda dapat melatih memvisualisasikan visi peran Anda dengan membayangkan bagaimana gambaran masa depan dari setiap peran Anda karyawan/wirausaha, suami/istri, organisator, dan sebagainya setahun atau beberapa tahun mendatang yang penuh kesuksesan. Akhirnya, visi peran tersebut dituangkan dalam bentuk kalimat dan schedule rencana kerja yang terukur, fleksibel, terjangkau, menarik, jelas, dan singkat.

Semoga kita bisa konsisten dengan visi awal kita dan jangan enggan untuk mengevaluasi dan meng-up date rencana kerja Anda. Semakin seseorang berkomitmen dengan misi-visi dan pelaksanaan kegiatan hidupnya, semakin mempermudah tercapainya kesuksesan hidupnya.

Tips di atas hanya sebagai salah satu washilah (sarana) alternatif menuju kesuksesan yang kita idamkan. Wallahu a’lam.

sumber :http://www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg05814.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s