Diam

Begitu lah yang bisa kulakukan saat ini, bt mungkin, tapi bukankah semua ini harus kujalani. Hari demi hari waktu demi waktu, menunggu memang hal yang sedikit menjemukan. Terkadang berpikir ada apa dengan diri ini, terkadang emosi mudah sekali terbawa bila dekat dengan nya. Apakah rasa itu sudah memuakan hingga rasanya menimbulkan kejenuan?

Aku rasa tidak, atau kah aku yang masih belum dapat belajar dan bersikap dewasa dalam bertindak. Belum dapat menerima dia apanya? Belum dapat mengisi kekurangan dirinya.

Oh, mengapa kami masih sama-sama saling egois dalam perjalanan yang dapat dibilang muda lagi. Bukankah saatnya kami saling berbenah diri menyiapkan langkah kedepan. Ya aku sadar semua tak mungkin sempurna dan tak akan abadi. Mampukah kini aku jalani perjalanan ini hingga kedepan? Semua penuh tanya? Semua itu misteri illahi. Ya aku ini juga insan biasa yang masih butuh belajar berbenah diri menuju kedewasaan.

Ya kesabaran dan keikhlasan mungkin jawabannya. Sabar dengan apa yang aku jalani dan iklhas menerima konsekuensi yang harus kujalani. Bukankah hidup hanya sementara dan tak akan abadi. Bukannya aku tak menikmati hidup ini, aku hanya ingin selalu belajar menatap hari depan dengan berbenah diri dan memastikan yang kujalani di ridhoi-NYA.
Tetap semangat, tetap tawakal, dan tetap menyerahakan segala-galanya pada DIA.

Comments are closed.