Makan Sehat 1: Agar Asupan tidak Membunuh Anda

Dengan makan Anda hidup. Namun salah makan, justru bisa membawa Anda pada kematian. Bagaimanapun, saat ini sangat sulit bagi kita untuk mendapatkan makanan yang benar-benar sehat. Ketika Anda beli sayur atau buah di supermarket -apakah bebas pestisida? Pun, saat Anda mengonsumsi makanan organik… karena toh, Anda juga pasti makan-makanan yang lain (roti, makanan kaleng, dan sebagainya).

Barangkali yang bisa kita lakukan saat ini adalah meminimalisasi jumlah toksin, kuman, yang masuk ke dalam tubuh kita. Itu sebabnya, kami menurunkan dua artikel kesehatan mengenai strategi ‘makan yang aman’ secara berurutan. Langkah pertama yaitu:

AWALI KETIKA BERBELANJA

Strategi supermarket berikut ini dapat membantu menahan laju mikroorganisme penyebab penyakit.

Unggas. Beberapa waktu yang lalu dunia (terutama Indonesia) dikejutkan oleh kasus flu burung yang memakan cukup banyak korban. Bahkan hingga kini, kasus flu burung belum bisa benar-benar dihentikan. Penyakit ini disebabkan oleh virus H5N1 yang biasanya menyerang unggas. Sebagai tindakan preventif, ketika Anda membeli ayam di supermarket, pegang kemasannya. Jika tidak dingin, cari yang lain (yang masih dingin). Atau, cari di supermarket lainnya. Selain itu, cek juga warna daging ayam tersebut. Daging ayam segar berwarna pink, jika warnanya sudah kecokelatan, berarti telah terjadi perubahan yang disebabkan oleh bakteri yang telah berkembang biak di sana.

Daging sapi. Dua bakteri yang biasa bercokol: Staphylococcus aureus dan E.coli. Langkah antisipasi pertama, sebelum Anda membeli, perkirakan kapan Anda akan memasaknya. Hitung seberapa aman daging tersebut dikonsumsi sejak hari di mana Anda membelinya. Warna daging juga sangat penting diperhatikan: Pastikan daging yang Anda beli berwarna merah seperti buah cherry, lupakan saja jika warnanya pucat.

Kerang-kerangan. Salah satu mikroorganisme penyebab penyakit yang sering terdapat pada kerang-kerangan (termasuk tiram) adalah Vibrio vulnificus. Jika Anda ingin membeli tiram, pilihlah yang telah melalui proses pemanasan (pasteurisasi). Tapi jika Anda ingin mengonsumsinya tanpa dimasak lebih dulu -tiram (oyster) segar atau sashimi- itu adalah risiko yang harus Anda ambil dan tanggung sendiri.

Seafood. “Produk yang telah masak maupun masih mentah jelas harus dipisahkan di tempat penyimpanan untuk menghindari risiko kontaminasi silang,” kata J. Glenn Morris Jr., M.D., kepala Department of Epidemology and Preventive Medicine di University of Maryland. Perhatikan posisi perut ikan di kotak penyimpanan -ketika ikan diletakkan pada sisi tersebut, akan ada lebih banyak bagian permukaan yang terkontaminasi oleh bakteri yang mungkin berkembang biak di bawah saat es mulai mencair dan menggenang. Untuk kulitnya, lebih baik jika terlihat cerah, lupakan saja jika terlihat kusam. Jika Anda pikir ikan tersebut mungkin baru saja disemprot air dan Anda ingin tes yang tepat, tekan saja dengan ujung jari Anda. Ikan yang masih segar dagingnya akan kembali ke asal, sedangkan pada ikan tidak segar, tekanan dari ujung jari Anda akan meninggalkan lekukan permanen pada permukaan ikan.

Telur. Saat akan membeli telur, tanyakan sudah berapa lama telur tersebut ada di toko. Jika Anda suka membeli yang telah dikemas -biasanya banyak terdapat di supermarket- perhatikan tanggal kadaluwarsanya. Memperhatikan pori-pori telur akan sangat bermanfaat untuk mengetahui seberapa aman telur tersebut. Telur yang telah lama biasanya memiliki pori-pori lebih renggang pada bagian ujung yang agak runcing. Selain memperhatikan pori-pori, sebaiknya Anda juga memilih telur dengan kulit yang benar-benar bersih. Kemudian pastikan Anda mencuci kulitnya terlebih dahulu sebelum menyimpannya

Sayuran dan buah. Lupakan saja jika sayuran dan buah yang akan Anda beli terdapat bagian yang memar atau agak layu. Jika Anda berencana untuk membeli buah-buah yang sudah dipotong dari supermarket, pastikan buah-buahan tersebut dalam kondisi dingin. Jika hanya diletakkan di atas lapisan es batu, masih ada kemungkinan untuk tidak selalu segar. Karena bagian teratas dari buah mungkin agak hangat hingga membuat plastik pembungkus jadi mengembun -ini kondisi yang baik untuk bakteri berkembang biak.

sumber :http://www.caninews.com/health/article.php?article_id=758

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s