Alhamdulillah Tak sempat merasakan Waterbirth

Alhamdulillah waktu Naj lahir aq tak sempat merasakan waaterbirth karena ketuban pecah terlebih dahulu, gugur lah syarat waterbirth. Kenapa waktu itu pengen waterbirth karena suami yang baca artikel ini itu yang katanya menekan rasa sakit, bagus buat bayi lah karena bayi tidak kaget, jadi masih seperti di ketuban, dan masih banyak lagi. Dan kebetulan di depok sudah ada RS yang menyediakan waterbirth.

Hikmahnya banyak sekali gagal waterbirth, selain cost, ternyata banyak efek negatif dari waterbirth info ini aq dapet pas baru-baru ini aq juga ikutan milis sehat.

Berikut kutipannya ”

MELAHIRKAN DI AIR

Dear all

Seru juga nih diskusi mengenai water birth. Langsung saja saya search di jurnal, agar bisa mendapatkan informasi sahih dan terpercaya. Di jurnalnya AAP (Aemrican Academy of Pediatrics) alias Ikatan Dokter Anak-nya Amerika punya, ada artikel dalam jurnal Pediatrics tahun 2002 (http://pediatrics.aappublications.org/cgi/content/full/110/2/411) dengan judul Water Birth—A Near-Drowning Experience. Isinya menjelaskan kasus empat (4) bayi baru lahir yang dirujuk ke RS segera setelah proses persalinan di air (water birth). Kasus pertama mengalami respiratory distress (gagal napas) dalam 5 jam pasca persalinan, sehingga harus dipasang ventilator. Meski kemudian bisa pulih dengan beberapa episode kejang, dan menjalani tahun pertama hidupnya dengan aman. Kasus kedua mengalami napas cepat (takipnea) setelah 6 jam pasca persalinan, dan membutuhkan oksigen, namun akhirnya pulih. Kasus ketiga mengalami gagal napas 5 menit pasca persalinan, dengan diagnosis aspirasi air (air masuk dalam saluran napas), meski akhirnya pulih juga. Kasus keempat juga mengalami distres pernapasan dalam 6 menit pasca persalinan, meski segera pulih dengan sendirinya. Banyak informasi menjelaskan persalinan dalam air sebagai proses yang aman, dengan nyeri persalinan lebih sedikit, luka persalinan minimal, dan hasil lebih baik, baik bagi ibu dan bayinya. Namun di sini AAP menegaskan masih belum ada bukti ilmiah yang menunjangnya (no proven clinical benefits). Kemungkinan risiko bagi ibu adalah: meningkatnya luka jalan lahir, tidak ada kontrol/monitor jelas darah yang keluar, meningkatnya risiko infeksi, kontraksi tidak efektif, dan risiko emboli air (air masuk dalam pembuluh darah dan gelembung udaranya menyumbat pembuluh darah otak/paru). Bagi bayi adanya risiko infeksi, aspirasi (masuknya air ke dalam saluran napas) dan pneumonia (radang/infeksi jaringan paru), dan monitor lebih sulit. Penelitian-penelitian lain menjelaskan tidak adanya perbedaan risiko antara melahirkan di air dan partus normal. Penelitian lain juga menjelaskan tidak ada kasus kematian akibat water births, begitu juga tidak ada bukti aspirasi. Dalam artikel ini penulis menyimpulkan bahwa dari sekian banyak jurnal/penelitian angka kesakitan (morbiditas) rendah setelah waterbirths, namun mereka menemukan kasus aspirasi air dan edema (radang/pembengkakan) paru pada waterbirths, seperti ditunjukkan dalam kasus-kasus di atas. Journal of Clinical Microbiology tahun 2003 yang semua penulisnya berasal dari Nagoya dan Tokyo, Jepang (Mbak Dina tinggal di Tokyo kan ya?) bahkan menemukan satu (1) kasus kematian bayi mendadak (neonatal sudden death) yang dibuktikan akibat Legionella pneumonia pada water birth di sebuah spa domestik. Cochrane (pegangan peneliti kedokteran seluruh dunia) yang direvisi tahun 2007 menyimpulkan bahwa Further research is needed to assess the effect of immersion in water on neonatal and maternal morbidity. No trials could be located that assessed the immersion of women in water during pregnancy or the third stage of labour. Artinya penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan terhadap water births ini. Mphon diperhatikan, banyak sekali informasi yang beredar di internet. Di milis ini kita sudah sering ditekankan untuk mencari informasi paling sahih (misalnya pada kasus autisme pada vaksin MMR, sudah tahu kan bagaimana kesimpulannya?). Saya coba search di Mayo Clinic dan WHO, mereka masih belum memberikan kesimpulan mengenai teknik persalinan ini. So.. kalau saya juga boleh beropini, mengapa tidak kita pakai saja yang sudah terbukti sejak awal peradaban manusia?

Cheers, Apin http://www.sehatgroup.web.id

Dan ada lagi menurut dr.purnawati pengasuh milis sehat atau http://www.milissehat.web.id

“Secara ilmiah: (please kalau mau cari info jangan di webnya water birth karena
pasti akan menonjolkan sisi positifnya … sama juga dengan hypnobirthing …
jadi carinya di asosiasi obstetri dan ginekologi)
1. Tidak pernah terbukti bahwa water birth berhasil menghilangkan rasa sakit.
Lebih ke arah sugesti
2. Water birth terkait risiko morbiditas dan mortalitas buat bayi
3. Water birth di negara maju dilarang dikerjakan di kehidupan sehari2
Hanya boleh dikerjakan di institusi pendidikan kedokteran dalam setting:
penelitian
Dengan catatan … ibu diberi tahu secara jujur apa saja risikonya”

sumber : milis sehat

Aq cuma mau berbagi info-info aja y, semoga bermanfaat. Dan percaya deh lewat persalinan normal kita pasti melewati kok masa sakit, kontraksi, dan terus terang saja aq sekarang sudah lupa rasanya kontraksi, sakit perutnya, sampai suami suka bilang dia kagum dengan perjuanganku melahirkan buah hati kami, karena dia melihat bagaimana prosesnya, kesakitannya aq. Dan aq juga sudah lupa rasanya jahitan itu, padahal awal-awal aq rasanya tak nyaman mau buang air kecil & besar.

Semoga persalinan ku berikutnya nanti akan mudah dan tetap dapat melahirkan spontan. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s