Galau itu indah

Galau itu indah

Hampir 2 tahun usia putri shalehah ku, persiapan menuju Weaning with love.
Mulai tergoda untuk berkarir, karena kepengen ini kepengen itu hehe manusia sekali bukan.
Setelah 2 tahun vakum kerja kantoran, menjadi freelance agent takaful belum menemukan chemistry,
karena satu dan lain hal, karena hati saya hanya sreg dengan asuransi jiwa murni, atau kesehatan murni.
Pergolakan batin karena aq tau ilmunya, yup asuransi dan investasi dua hal yang berbeda, akan lebih maksimal bila dipisah🙂

Mencoba apply dari jobstreet dan jobsdb, dan yup alhamdulillah sudah langsung terespon dari beberapa, cepat sekali berbeda waktu masih freshgraduate,
hihi hingga sebuah web company penasaran & tertarik hingga mengundang aq interview hingga 2x, sebelumnya panggilan pertama berhalangan hadir,
dan kedua kalinya datang langsung interview user, dan keesokannya undangan interview dengan HRD dan kembali saya berhalangan hadir, hIngga offering dilakukan via email.
Setelah 1-2 hari discuss dengan suami, dia sih sebenarnya setuju sekali aq eksis diluar hehe, tapi aq lebih sreg kalau kami bisa sekereta lagi (nostagia bru merit)
aq pilih untuk tidak karena belum siap menitipkan atau mencari pengasuh untuk anakku. kutuliskan email jawaban di malam minggu tengah malam, separuh hatiku ingin tapi
separuh lagi ada tumbuh kembang anak shalehah ku yang akan terkorbankan.

Seninnya sang user menelepon ku dan menawarkan aq bisa join sebulan kemudian bila benar-benar berminat untuk memberikan aq waktu mencari pengasuh dan mempersiapkan segalanya.
Dan dia menunggu jawabannya ku 1-2 hari, Sudah istikharah 2x masih bimbang, hingga semalam aq bermimpi hamil anak kedua sudah 2 bulan, hehe apa ngaruhnya y?
Menjadi yakin untuk menerima tawaran itu, tapi masih belum yakin setelah Dhuha aku kembali istikharah dan sharring tanya kanan kiri aq langsung menemukan jawabannya.

Hahhaaha sudah bisa ditebak bukan jawabannya? Yup tentu saja via email ku jawaba bahwa saya belum siap untuk mengembangkan karir full time🙂
Anak itu titipan Allah untuk kita sebagai orangtuanya, bukan untuk nenek-kakeknya, masa mama nya S1 anak diasuh oleh orang lain yang belum tau pola asuh mereka.
Mungkin belum waktunya sekarang, belum Siap saya meninggalkan anak lebih dari 10jam (perjalanan PP bs 3jam), bersyukur saja atas semua ini. Semua indah pada waktunya.

Galau itu terjawab sudah😀

Comments are closed.